Titik Balik Yang Sederhana

27 Maret 2055, 00:01

Selamat ulang tahun, sayang“, bisik Selena di telingaku.

35 tahun lalu, tepat di hari ini, ibuku susah payah melahirkanku. Sampai mengorbankan nyawanya..

Dan ayahku kala itu pun meregangkan nyawa di rumah sakit yang sama, setelah beberapa hari berjuang melawan virus yang menjadi pandemi di tahun itu.

Bertahun-tahun kemudian, aku menyadari tidak ada hari seburuk hari dimana aku dilahirkan. Dan karenanya aku sungguh membenci hari ulang tahunku sendiri.

Meskipun dunia terus berputar. Kehidupan terus berjalan. Namun setengah populasi dunia hilang di tahun penuh bencana itu. Dan entah berapa banyak orang yang bertahan hidup namun dengan kesedihan yang mendalam setelah orang-orang yang mereka sayangi pergi meninggalkan mereka.

Aku tidak termasuk golongan itu. Aku tidak pernah mengenal orang tuaku untuk merasakan kesedihan atas kepergian mereka.

Akupun tidak pernah tahu tatanan dunia sebelum aku dilahirkan karena dunia berubah drastis sejak tahun 2020.

Segala perubahan dibuat untuk menyesuaikan kehidupan dalam masa pandemi, dan setelahnya.

Dari yang kudengar dari buku-buku sejarah, sebelumnya manusia mengenal suatu hal yang dinamakan mata uang, yang dicetak pada kertas-kertas dan logam-logam yang sebenarnya tak berharga. Setiap negara memiliki mata uangnya sendiri, dan nilai tukarnya bisa terus berubah mengikuti banyak faktor seperti sentimen masyarakat kepada mata uang tersebut. Ah sungguh rumit di kepalaku! Belum lagi apabila aku membaca sejarah yang mengatakan banyak kejahatan berawal dari perampokan kertas-kertas dan logam-logam tidak berharga itu! Sungguh aneh.

Beruntung mata uang seperti itu sudah tidak ada lagi sejak tahun 2021 ketika semua mata uang digantikan dengan mata uang virtual dengan nilai nyata yang disimpan di bank-bank di seluruh dunia. Tidak ada lagi risiko penyebaran virus apapun dari penukaran uang yang dipegang terlalu banyak manusia. Tidak ada lagi risiko mata uang. Tidak ada lagi risiko perampokan fisik, meski perampokan virtual masih tetap terjadi namun dengan frekuensi jauh lebih rendah mengingat sistem yang dibuat sangat sulit ditembus perampok manapun.

2020 hanyalah 35 tahun lalu, tapi dari apa yang kubaca, mereka bahkan berdebat apakah virus corona mematikan atau tidak.. Mereka bahkan kebingungan dalam jangka waktu cukup lama dan tidak dapat mendapatkan keputusan yang konklusif mengenai kewajiban memakai  masker ataupun disinfectant karena mereka tidak paham apakah masker dan disinfectant benar-benar efektif dalam mengurangi risiko penyebaran virus tersebut! Dan bahkan ada seorang kepala negara yang menyarankan untuk meminum disinfectant untuk menangkal virus ini.. Akal sehatku tidak dapat mempercayai apa yang kupelajari ini..

Tapi apa yang dapat diharapkan dari generasi yang bahkan belum dapat menemukan obat untuk HIV?

Belum lagi cara hidup yang sangat tidak efisien seperti menyetir kendaraan. Sungguh membuang-buang waktu ketika kita bisa membiarkan kendaraan untuk menyetir otomatis sementara kita mengerjakan hal yang lebih produktif di jalan. Bahkan mereka masih terjebak kemacetan di jalan ketika mobil terbang belum ditemukan…

Ah sungguh primitif orang-orang di masa itu. Batinku berkata, pantas saja setengah populasi dunia hilang di tahun itu.. Namun cepat kusesali pikiran itu setelah aku ingat ayahku sendiri menjadi korban pandemi di tahun 2020.

Egomu memang tidak pernah bisa tertahankan, Dante! Kamu selalu merasa lebih cerdas dari orang lain! Itulah sumber semua masalah dalam hidupmu!

Kupejamkan mataku erat-erat. Berharap ketika aku membuka mata, aku dapat menjadi manusia yang lebih mempunyai hati nurani. Yang lebih peka dan dengan ego yang tidak melulu menguasai pikiranku.

Kutatap istriku yang kembali tidur setelah mengucapkan selamat ulang tahun untukku.

Kebaikan apa yang pernah kulakukan di dunia untuk pantas mendapatkan malaikat seperti dia?

Dengan kesombongan dan egoku yang tinggi, tidak pernah ada wanita yang bertahan lama bersamaku. Jangankan wanita.. Mendapatkan teman apalagi sahabat pun sangat sulit. Kemanapun aku berada, orang-orang membenciku.

Ya, ada orang-orang yang mengagumi kecerdasanku, tapi sifatku yang buruk membuat mereka enggan untuk dekat-dekat denganku. Dan aku tidak masalah dengan itu. Toh sepanjang hidupku aku mampu hidup sendiri.

Pengalaman hidup dari panti ke panti membuatku terbiasa hidup kompetitif. Tentu saja kecerdasanku yang tergolong sangat tinggi membuatku selalu menjadi pemenang dalam segala kompetisi. Insting bertahan hidupku pun sangat tinggi, sehingga aku tidak pernah ragu menghancurkan orang lain asalkan aku bisa bertahan hidup.

Sampai aku bertemu dengan Selena.

Istriku yang sempurna, Selena.

Wajah cantiknya terlihat sangat menawan di bawah sinar bulan yang masuk lewat jendela kamar kami. Kubelai rambut hitam lebatnya yang membingkai kecantikan wajahnya.

Ah Selena, andai kamu tahu betapa kehadiranmu memberikan kedamaian di dalam hidupku!

Dia yang selalu menenangkanku ketika aku gundah atau emosi, namun dengan lantang membantahku ketika aku mulai melewati batas. Dia mengajarkanku empati terhadap orang lain. Dia mengajarkanku menghargai orang lain. Dia mengajarkanku bahwa hidup lebih dari sekedar bertahan hidup! Dia mengajarkanku tertawa, bertualang, menyayangi dan menerima kasih sayang tanpa curiga.

Selena membuatku menjadi orang yang lebih baik.

Aku masih memandangi wajah cantik istriku. Pikiran-pikiranku masih bertamasya ke masa lalu. Kenangan masa kecilku yang keras. Masa mudaku yang penuh tekanan. Orang-orang yang pernah kuhancurkan. Segala hal yang kulakukan untuk dapat bertahan hidup, atau, yang sangat memalukan, hanya untuk sekedar memenangkan kompetisi. Betapa buruknya aku di masa lalu! Meskipun sekarang aku jauh dari manusia yang bisa membanggakan istri malaikatku, tapi aku sudah cukup bahagia bahwa sejauh ini aku bisa menahan diri untuk tidak menyakiti dia dengan egoku. Semua ini kupelajari demi menjadi suami yang pantas untuk istriku yang sempurna.

Kulirik layar di lenganku. Pukul 02.00. Kutekan tombol di belakang telingaku agar sistem kesehatanku mulai bekerja untuk melakukan pengecekan kesehatanku secara menyeluruh. Aku akan memerlukan laporan kesehatan yang baik untuk dapat terbang ke New York besok. Aku dan Selena akan menjadi pembicara utama di suatu konferensi science dunia yang secara rutin dilaksanakan di New York. 3 jam penerbangan, cukup lama untukku. Namun setidaknya ini bukan 2020 dimana orang Indonesia perlu waktu berpuluh-puluh jam untuk sampai di New York.

Ternyata tidak terlalu buruk untuk dapat bertahan hidup sampai dengan 2055.

Kupaksakan mataku untuk terpejam sambil memeluk Selena. Dalam hati aku bertekad untuk membuat hari esok menjadi hari yang lebih baik untuk istriku yang sangat kusayangi.

Seolah tahu apa yang kupikirkan, Selena membalikkan kepalanya dan mengecup pipiku sebelum melanjutkan tidurnya.

Mungkin hari ini adalah hari yang tepat untuk membuat memori indah di hari ulang tahunku. Sehingga tahun-tahun mendatang aku tidak akan benci lagi dengan hari ini. Bisa dikatakan saat ini adalah titik balik hidupku. Sungguh sederhana. Cinta bisa memotivasiku menjadi manusia yang lebih baik, tentunya cinta juga bisa memotivasiku untuk menjalani hidup ke depan dan melepaskan masa lalu yang menyakitkan.

Mari tidur kembali, sayang”, bisik Selena. Dengan bibir tersenyum aku sedikit mengangguk dan tertidur di sampingnya.

#30DWF #30DWFJilid25 #Day5

30DWC

dewimayangsari View All →

Hello 2017!

Dewi is back blogging again!

For you who didn’t know my previous blog (it was 6-7 years ago..) you may want to know what I am about.. So here we go!

I am a 30 years old who loves everything nice about this life: good food, good books and good music. I eat almost everything and dare to try anything new. I read at least 2-3 books a month. Depends on my current mood, I listen to any music from Ben Howard to Calvin Harris and Linkin Park. *Yes, I am a pretty random person :D

I also love traveling, but who doesn’t. ;) I have been to almost all countries in Europe and Asia, I have also been to Morocco, Svalbard and Peru. I love traveling solo, but a good companion sometimes can be nice too (it’s good to have some good pictures from a trip, and not only a selfie filled with my big face and a tiny part of the view :D). Next, I will be in Korea and Japan sometime this year.
I love hiking too! I will be hiking Mount Sumbing and Rinjani of Indonesia (and some other smaller mountains) in 2017! Wish me luck :)

Oh and I love to know new people! Let’s talk! I love telling stories and have long talk during a coffee. I am too a movie addict and big fans of Ewan McGregor! Ping me when any of his movies is out and you have a spare ticket to share :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: