Tag: writing

Balas Dendam Malia

Aku dendam sekali sama Bunda! Sudah berkali-kali Bunda berjanji akan membelikanku boneka baru kalau aku bisa dapat nilai sempurna di ulangan di sekolah. Ini sudah 10 kali aku dapat nilai ulangan 10, satu boneka pun masih belum dibelikan juga oleh Bunda! Aku sudah bosan sekali dengan boneka usang yang kumainkan sejak bayi. Boneka yang terbuat…

Read more Balas Dendam Malia

Pulang

“Pulang, Mbak?” Tanya Mas Madi, office boy yang sangat ramah di kantor. “Iya, Mas Madi. Jaga malam yah?” Sapaku kembali. “Iya, Mbak. Banyak yang lembur malam ini.” Jawab Mas Madi yang kujawab dengan senyuman. Kulangkahkan kaki menuju lift dan berjalan menuju parkiran. Kudapati mobilku yang mengkilap bersih. Aku pun tersenyum sendiri. Mengingat betapa beruntungnya aku.…

Read more Pulang

Terlambat Sepuluh Menit

TANIA Sudah sejam lamanya aku duduk disini menanti Trey. Dimana sih manusia itu, batinku kesal. Padahal dia yang tadi memaksa-maksa untuk bertemu di cafe ini. Daripada berdiam diri penuh kekesalan, akupun menyibukkan diri dengan membuka telepon genggam tanpa tahu apa yang dituju. Pertama, aku buka aplikasi instagram. Kulihat berbagai foto-foto dari teman-temanku yang semuanya hanya…

Read more Terlambat Sepuluh Menit

Berani Melawan Ketakutan

Sifat yang paling saya benci dari diri saya adalah sifat takut. Takut ketinggian, takut jatuh, takut gelap, takut sendiri, takut laut, takut nyetir, dan yang paling saya benci tapi paling susah diobati adalah takut menghadapi konflik. Semua ketakutan satu persatu bisa saya hadapi, meski seringkali tidak sempurna, tapi saya sudah mencoba untuk melawan semua ketakutan…

Read more Berani Melawan Ketakutan

Selamat Tinggal, Sayang

Kutarik napas dalam-dalam. Air mata menetes di pipiku, dari setetes, terus menjadi semakin banyak sampai tidak tertahankan. Dadaku terasa sangat penuh. Sesak. Sakit. Sedih. Badanku terasa sangat dingin. Pikiranku kalut. Ingin aku berteriak sekencang-kencangnya, namun tidak ada suara yang mampu keluar dari tenggorokanku. Kupeluk diriku sendiri dan menunduk dalam-dalam. Kututup mataku, berharap ketika kubuka mata…

Read more Selamat Tinggal, Sayang

Peka

Ada rasa yang tidak mudah kupahami setiap kali aku bertemu dengan Ibu tua itu. Ibu tua yang selalu berdiri di depan gedung kantorku setiap pagi aku tiba. Garis mukanya yang keras sudah dipenuhi kerutan-kerutan yang dalam. Matanya sangat tajam namun juga memancarkan kelembutan. Rambutnya yang sudah memutih selalu dia ikat rapi, serasi dengan gaya berpakaiannya…

Read more Peka

Narsis

Kulihat bayanganku di cermin. “Ya Tuhan, aku cantik sekali.” Pikirku sambil tersenyum-senyum melihat begitu sempurnanya bentuk mata, alis dan hidungku. Bulu mataku yang panjang dan lentik, bibirku yang penuh, wajah tirus dan daguku yang runcing. Rambut hitam tebalku tergerai dengan indah di atas bahu, memberikan siluet yang indah atas tubuhku yang ramping semampai. Fisikku sangat…

Read more Narsis

Katakan Ya Saja

Kupandangi dalam-dalam mata indah gadis di hadapanku. Sudah lima belas tahun kami bersahabat, tidak pernah sekalipun kulihat dia seperti ini. “Ryn, apa yang harus aku jawab?” Tanyanya lirih. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan, aku tidak tahu apa yang harus dia jawab. Bagaimana mungkin aku dapat tahu? Wanita ini, wanita yang sudah kucintai…

Read more Katakan Ya Saja